Minggu, 20 Desember 2009

Kuliah Sambil Kerja (Management Waktu)


Fenomena kuliah sambil bekerja banyak dijumpai diberbagai negara, tidak hanya dinegara berkembang, negara maju yang telah mapan secara ekonomi juga banyak dijumpai hal serupa. Ada beragam motivasi yang mendasari mengapa banyak sekali mahasiswa kuliah dan bekerja, faktor ekonomi menduduki peringkat pertama sebagai motivator paling ampuh. Mencari pengalaman kerja dan memperluas relasi juga cukup berperan sebagai motivator mengapa mahasiswa memilih kuliah sambil bekerja.

Di Indonesia, kondisi perekonomian yang cukup sulit bagi sebagian lapisan masyarakat mendorong mahasiswa mencari solusi permasalahan finansial yang mereka alami dengan bekerja. Ada sebagian mahasiswa yang memang mempunyai masalah dengan biaya kuliah, sehingga mereka berusaha meringankan beban orang tua dengan bekerja. Namun ada juga mahasiswa yang bekerja dengan alasan kemandirian ataupun sekedar mencari tambahan uang saku seiring kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Apapun motivasinya, tidak ada larangan bagi seseorang untuk kuliah sambil bekerja. Namun, yang menjadi masalah adalah kondisi dimana kuliah sebagai prioritas utama bergeser posisinya menjadi prioritas kedua setelah pekerjaan. Sehingga banyak dijumpai pada kasus-kasus tertentu, kuliah menjadi “keteteran” atau terlantar karena mahasiswa keasyikan bekerja dan tidak mampu mengatur waktu dengan baik.

Berbicara tentang bagaimana me-manage waktu dengan baik, sangat berkaitan dengan tipe pekerjaan yang dipilih. Apakah fulltime work, part time work, atau freelance?

Fulltime work mengharuskan mahasiswa untuk bekerja dalam jadwal waktu yang pasti, atau lebih terkenal dengan istilah “jam kantor”. Untuk tipe pekerjaan seperti ini disarankan kepada mahasiswa untuk memilih program kuliah ekstensi maupun reguler kelas malam, karena program ini lebih memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk melaksanakan kedua aktifitas tersebut dengan lebih teratur, siang untuk bekerja dan malam untuk kuliah. Tipe berikutnya adalah parttime work dan shift work. Kedua tipe pekerjaan ini mempunyai kemiripan karakter dimana jadwal kerja tidak menentu, bisa diwaktu siang ataupun malam, tergantung schedule maker. Untuk tipe pekerjaan seperti ini, negosiasi dengan atasan atau in charge sangat membantu dalam upaya mencari titik temu antara jadwal kerja dan jadwal kuliah agar tidak saling bentrok. Kerjasama individual dengan rekan kerja atau lebih dikenal dengan istilah “tukeran shift” juga merupakan sebuah solusi untuk mendapatkan jadwal kerja yang lebih fleksibel. Sedangkan untuk tipe freelance dan enterpreanurship lebih memberikan keleluasaan waktu bagi mahasiswa, karena tipe pekerjaan ini tidak mengikat. Sehingga mahasiswa lebih bebas menentukan waktu, kapan harus bekerja dan kapan harus kuliah.

Pada akhirnya apapun tipe pekerjaan dan motivasinya, management waktu yang baik sangat bermanfaat untuk menselaraskan kedua aktivitas tersebut “Ya Kuliah, Ya Bekerja”. Tentu saja hal itu tidak cukup tanpa dibarengi oleh keseriusan dan komitmen untuk menempatkan keduanya dalam skala prioritas yang sama. Sah-sah saja setiap orang melakukan berbagai cara untuk mensiasati keadaan yang serba sulit dan untuk dapat survive dalam hidup, selama cara-cara yang dilakukan masih dalam koridor nilai-nilai positif. Baik dilihat dari perspektif agama, hukum maupun kultur sosial Indonesia tercinta. So, keep on working…dude!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SEO

Site Submission to top Search Engines
.If you wish to become medical transcriptionist then you need to check our Medical transcription training Online blog.